Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gizi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2013

Faktor-Faktor Yang Mensugesti Kadar Hemoglobin Dari Segi Asupan Makanan


a.  Budaya pangan:
Kegiatan budaya suatu keluarga, suatu kelompok masyarakat, suatu negara mempunyai efek yang berpengaruh terhadap apa, kapan dan bagaimana penduduk makan.
b.  Pola makanan
Di beberapa daerah pedesaan di Asia Tenggara umumnya makan satu atau dua kali sehari. Cara penyiapan pangan secara tradisional, biasanya tidak menggunakan bahan bakar dan cenderung mempertahankan zat gizi yang terdapat dalam pangan.
c.  Pembagian kuliner dalam keluarga
Kekurangan pangan dalam rumah tangga akan menjadikan kecukupan gizi anggota keluarga terganggu. Kekurangan pangan yang kronik akan berpengaruh terhadap kadar hemoglobin.
d.  Besar keluarga
Banyaknya anggota dalam suatu keluarga akan mempengaruhi pemenuhan gizi keluarga tersebut.
e.  Faktor pribadi
Faktor pribadi dan kesukaan yang mempengaruhi jumlah dan jenis kuliner yang dikonsumsi penduduk.
f.  Pengetahuan gizi
Pengetahuan yang kurang menjadikan bahan kuliner bergizi yang tersedia tidak dikonsumsi secara optimal. Kesalahan pemilihan bahan kuliner dan referensi makan yang salah, cukup berperan dalam terjadinya anemia (Depkes RI, 2003).  
g.  Tampilan
Suatu bahan kuliner dianggap memenuhi selera atau tidak, tergantung tidak hanya pada efek sosial dan budaya tetapi juga dari bentuk kuliner secara fisik.
h.  Status kesehatan
Tingkat konsumsi pangan yakni suatu belahan penting dari status kesehatan seseorang.
i.   Segi psikologi
Sikap manusia terhadap kuliner banyak dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman dan respon-respon yang diperlihatkan oleh orang lain terhadap kuliner sejak masa kanak-kanak.
j.   Kepercayaan terhadap Makanan

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Rabu, 09 Januari 2013

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyerapan Zat Besi


Penyerapan zat besi sangat dipengaruhi oleh kombinasi masakan yang disantap pada waktu makan. Faktor-faktor dari makanan:

1.  Zat pemacu (enhancers) Fe
a.  Vitamin C (asam askorbat) pada buah.
b.  Asam malat dan tartrat pada sayuran: wortel,  kentang, brokoli, tomat, kobis, labu kuning.
c.  Asam amino cystein pada daging sapi, kambing, ayam, hati, ikan. Suatu menu yang mengandung salah satu atau lebih dari jenis masakan tersebut akan membantu optimalisasi perembesan zat besi.
d.  Protein hewani maupun protein nabati tidak meningkatkan perembesan tetapi bahan masakan yang disebut meat factor mirip daging, ikan dan ayam walaupun dalam jumlah yang sedikit akan meningkatkan zat besi non heme yang berasal dari serealia dan tumbuh-tumbuhan. Kaprikornus apabila dalam konsumsi masakan sehari-hari tidak ada bahan masakan tersebut diatas, maka perembesan zat besi dari masakan sangat rendah. Perlu diketahui bahwa susu, keju dan telur tidak meningkatkan perembesan zat besi (Yanni, 2003)

2.  Zat penghambat (inhibitors) Fe
a.  Fitat pada dedak, katul, jagung, protein kedelai, susu coklat dan kacang- kacangan.
b.  Polifenol (termasuk tannin) pada teh, kopi, bayam, kacang-kacangan.

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Selasa, 08 Januari 2013

Kebutuhan Gizi Ibu Hamil


Zat-zat gizi penting yang diharapkan ibu selama hamil sebesar 2500 kalori per hari, terdiri dari:

1.  Karbohidrat (energi)

Karbohidrat merupakan zat gizi sumber energi utama dalam susunan sajian sebagian besar masyarakat Indonesia. Pada umumnya kandungan karbohidrat ini berkisar 60-70% dari total konsumsi energi. Kebutuhan energi bagi ibu hamil ialah 300 sampai 500 kkal lebih banyak dari masa sebelum hamil. Energi tambahan ini untuk memenuhi metabolisme basal yang meningkat, jadwal fisik yang semakin boros energi dan penimbunan lemak untuk cadangan energi. Kebutuhan kurang lebih 1292 kalori atau sama dengan 323 gr karbohidrat setara 5 piring nasi (Wahyuni, 2008). 

Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal. Energi tambahan pada trimester II diharapkan untuk pemekaran jaringan ibu, penambahan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, serta penumpukan lemak. Pada trimester III, energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta. Karena banyaknya perbedaan kebutuhan energi selama hamil, WHO menganjurkan jumlah tambahan sebesar 150 kkal sehari pada trimester I dan 350 kkal selama trimester II dan III. (Arisman, 2004).
 
2.  Protein

Protein merupakan komponen terbesar yang terdapat di dalam badan sehabis air. Protein sebagai zat pembangun atau pembentuk jaringan baru. Kekurangan asupan protein bisa menghambat pertumbuhan janin (Wahyuni, 2008).

Dibutuhkan lebih banyak protein selama kehamilan dibandingkan saat tidak hamil. Hal ini dikarenakan protein diharapkan untuk pertumbuhan jaringan pada janin. Ibu hamil membutuhkan sekitar 75 gram protein setiap harinya, lebih banyak 25 gram dibandingkan perempuan yang tidak hamil (Sophia, 2009). Sedangkan Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi V menganjurkan penambahan protein 12 gram per hari (Arisman, 2004).

Mengkonsumsi masakan berprotein merupakan cara yang efektif untuk menambah kalori sekaligus memenuhi kebutuhan protein. Produk hewani seolah-olah daging, ikan, telur, susu, keju, dan hasil laut merupakan sumber protein. Selain itu protein juga bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan seolah-olah kacang-kacangan, biji-bijian, tempe, tahu, oncom, dan lainnya (Sophia, 2009).   

3.  Lemak

Lemak merupakan sumber energi terbesar dalam tubuh. Berfungsi sebagai cadangan energi badan bagi ibu saat melahirkan, pelarut vitamin A, D, E, K dan asam lemak. Asam lemak omega 3 dan 6 juga diharapkan untuk perkembangan sistem syaraf, fungsi penglihatan dan pertumbuhan otak bayi juga sebagai alas bagi organ-organ tertentu seolah-olah biji mata dan ginjal. Konsumsi lemak dianjurkan tidak melebihi 25% dalam porsi masakan sehari-hari dari total kebutuhan energi. Sumber lemak antara lain: daging, susu, telur, mentega dan minyak tumbuhan (Wahyuni, 2008). 

4.  Vitamin

Dibutuhkan untuk memperlancar proses biologis dalam tubuh. Misalnya, vitamin A diharapkan untuk pertumbuhan dan perkembangan embrio. Kekurangan vitamin A bisa menimbulkan kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah (Sophia, 2009). Oleh karena itu, bisa diberikan tambahan vitamin A dosis rendah pada ibu hamil (tidak lebih dari 2500 IU per hari) (Sophia, 2009). 

Selain itu, diharapkan pula vitamin B1 dan B2 sebagai penghasil energi, vitamin B6 sebagai pengatur pemakaian protein badan dan vitamin B12 membantu kelancaran pembentukan sel-sel darah merah (Wahyuni, 2008). Vitamin B12 penting sekali bagi tumbuh kembang janin dan berfungsinya sel-sel sumsum tulang, sistem persarafan dan kanal cerna (Arisman, 2004).

Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi jaringan dari kerusakan dan diharapkan untuk membentuk kolagen dan menghantarkan sinyal kimia di otak. Wanita hamil setiap harinya disarankan mengkonsumsi 85 mg vitamin C per hari. Sumber vitamin C dari masakan seolah-olah tomat, jeruk, strawberry, jambu biji, dan brokoli. Makanan yang kaya vitamin C juga membantu peresapan zat besi dalam badan sehingga bisa mencegah anemia (Sophia, 2009).

Vitamin D untuk membantu peresapan kalsium dan materi dasar pembentukan tulang dan gigi janin (Wahyuni, 2008). Kekurangan vitamin D selama hamil bisa menimbulkan gangguan metabolisme kalsium pada ibu dan janin. Perhatian khusus perlu diberikan pada masyarakat yang tidak minum susu, misalnya kelompok vegetarian. Maka perlu diberi suplementasi kalsium sebanyak 5-10  g per hari (Arisman, 2004).   Sumber vitamin antara lain: sayuran, buah dan susu (Wahyuni, 2008).  

5.  Kalsium

Ibu hamil dan bayi membutuhkan kalsium untuk untuk menunjang tulang dan gigi serta persendian janin (Wahyuni, 2008). Selain itu, kalsium juga digunakan untuk membantu pembuluh darah berkontraksi dan berdilatasi. Kalsium juga diharapkan untuk mengantarkan sinyal saraf, kontraksi otot, dan sekresi hormon. Jika kebutuhan kalsium tidak tercukupi dari makanan, kalsium yang diharapkan bayi akan diambil dari tulang ibu (Sophia, 2009). Ini akan menimbulkan tulang keropos atau osteoporosis. Kebutuhan kalsium ibu hamil ialah sekitar 1000 mg per hari. Sumber kalsium dari masakan diantaranya produk susu seolah-olah ikan teri, susu, keju dan yogurt. Tablet kalsium dari puskesmas atau klinik juga bisa membantu terpenuhinya kebutuhan kalsium. Kekurangan kalsium selama hamil akan meningkatkan tekanan darah ibu meningkat. Asam folat diharapkan untuk menunjang pertumbuhan sel, memproduksi  heme  (salah satu zat pembentuk hemoglobin), pertumbuhan saraf dan tulang belakang serta otak janin (Kismoyo, 2005).

6.  Zat Besi

Zat besi diharapkan untuk memproduksi hemoglobin (protein di sel darah merah yang berperan membawa oksigen ke jaringan tubuh). Selama kehamilan, volume darah bertambah untuk menampung perubahan badan ibu dan pasokan darah bayi. Hal ini menimbulkan kebutuhan zat besi bertambah sekitar dua kali lipat. Jika kebutuhan zat besi tidak tercukupi, ibu hamil akan praktis lelah dan rentan infeksi. Risiko melahirkan bayi tidak cerdik balig cukup nalar dan bayi dengan berat badan lahir rendah juga lebih tinggi. Kebutuhan zat besi bagi ibu hamil yaitu sekitar 56 mg sehari (Almatsier, 2003).

Kebutuhan akan zat besi erat kaitannya dengan anemia (kekurangan sel darah merah), sebagai bentuk penyesuaian adanya perubahan fisiologis selama kehamilan yang disebabkan oleh:
-    Meningkatnya kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin.
-    Kurangnya asupan zat besi pada masakan yang dikonsumsi sehari-hari.
-    Adanya kecenderungan rendahnya cadangan  zat besi pada wanita. Sehingga tidak bisa menyuplai kebutuhan zat besi atau mengembalikan persediaan darah yang hilang simpulan persalinan sebelumnya (Wahyuni, 2008).

Baca Juga :
10 Cara Simpel Mengetahui Kehamilan Tanpa Testpack 

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Sudah Benarkah Sarapan Anda?


Pertanyaan ini mungkin dianggap sangat sepele. Apakah Anda sarapan nasi uduk, lontong sayur, mie ayam, roti, bubur ayam atau tidak sarapan? Sebagian besar orang makan berdasarkan cita-cita mata mereka. Atau dengan kata lain, mata mereka menentukan apakah mereka perlu makan dan masakan apa yang seharusnya dimakan. Padahal kenyataannya, mata sama sekali tidak ada hubungannya dengan makanan. Tapi Pankreas lah yang mengatur semuanya! Pankreas yaitu organ di tubuh kita yang memproduksi Gastric Juice dan Insulin.

Mari kita sadari, Badan kita terdiri dari 100 trilyun sel dan membutuhkan 114 macam nutrisi yang berbeda-beda. Dan itu harus kita penuhi! Badan kita bangkit di pagi hari dan menuntut 114 macam nutrisi. Terdapat dua perilaku manusia pada umumnya yang ternyata dengan berjalannya waktu sanggup Berbahaya Banyak Efek Sampingnya.

1. Sarapan Karbohidrat (alias SARBO)
 Pertanyaan ini mungkin dianggap sangat sepele Sudah Benarkah Sarapan Anda?
Di pagi hari, karbohidrat simple (cereal olahan, roti putih, roti panggang, nasi, mie, dll) akan mengakibatkan kenaikan level gula darah yang mendadak, yang mengakibatkan tubuh melepaskan jumlah insulin yang cukup besar. Hasilnya yaitu penurunan tingkat kadar gula dalam darah dan cita-cita untuk makan lebih banyak karbohidrat. Siklus ini berulang 2-3 kali sehari. Dan siklus naik turunnya kadar gula dalam darah ini memperberat kerja pankreas dan memperlemahnya. Ini yaitu salah satu alasan utama penyebab Diabetes, tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan.

2. Tidak Sarapan (sarap NO KARBO)
 Pertanyaan ini mungkin dianggap sangat sepele Sudah Benarkah Sarapan Anda?
Saat Anda tidak sarapan, gula darah Anda akan turun/drop di bawah tingkat normal. Anda akan merasa kelaparan dan penurunan tingkat energi. Anda akan kembali mengonsumsi karbohidrat simple untuk mendapat peningkatan kadar gula dengan cepat untuk mengatasi rasa lapar dan penurunan energi yang Anda alami.
Karbohidrat simple ini akan mengakibatkan kenaikan level kadar gula dalam darah secara mendadak yang mengakibatkan tubuh melepaskan jumlah insulin yang cukup besar. Insulin akan mengambil kelebihan gula dalam darah dan merubahnya menjadi lemak. Hasilnya yaitu penurunan kadar gula dalam darah dan cita-cita untuk makan lebih banyak karbohidrat. Siklus ini berulang 2-3 kali sehari. Dan siklus naik turunnya kadar gula dalam darah ini memperberat kerja pankreas dan memperlemahnya. Ini yaitu salah satu alasan utama penyebab diabetes, tekanan darah tinggi dan kenaikan berat badan.

3. Sarapan yang baik Berdasarkan Protein & Nutrisi
 Pertanyaan ini mungkin dianggap sangat sepele Sudah Benarkah Sarapan Anda?
Sarapan seakan-akan ini akan mensuplai tubuh kita dengan nutrisi penting dan energi tanpa meningkatkan kadar gula dalam darah dan kadar insulin. Sarapan pagi seakan-akan ini akan menghindarikan kita dari ketergantungan terhadap karbohidrat setiap hari. Dengan cara ini nafsu makan sanggup terkontrol dengan baik, cita-cita makan masakan berkarbohidrat (cemilan, coklat, kue, junk food, soft drink, nasi dan mie) akan berkurang. Sebagai hasilnya tubuh akan menggunakan kelebihan lemak yang tersimpan dalam tubuh untuk mendapat energi atau sebagai sumber energi.

Semua orang perlu sarapan pagi yang baik, dan lebih khusus lagi untuk :
* Orang2 yang sering stress di pekerjaan.
* Lingkungan kerja yang tidak sehat
* Perokok
* Pengkonsumsi Alkohol
* Atlit
* Manula
* Ibu Hamil & Menyusui
* Anak kecil & pelajar
* Orang2 dengan kesehatan yang buruk

Apa Kriteria Sarapan pagi yang Baik?
1. Memberikan tubuh kita semua nutrisi yang penting
2. Memberikan tubuh kita untuk energi yang baik sepanjang hari
3. Memberikan tubuh kita asupan air yang baik
4. Membantu menjaga tingkat kadar gula dalam darah kita tetap normal

  1. Manfaat Berpikiran Nyata Untuk Kesehatan
  2. Manfaat Tidur Miring Ke Kiri Untuk Penderita Asam Lambung
  3. Pentingnya Sinar Matahari Masuk Dalam Ruangan
  4. Tips Mencegah Kanker
  5. Waspada Serangan Jantung Pada Anak Muda

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Mitos Dan Fakta Air Kelapa


Air kelapa, apalagi yang masih muda kerap dijadikan minuman pelepas dahaga. Rasanya sangat menyegarkan, terlebih dikala diminum dikala berbuka puasa. Hanya saja, tak sedikit masyarakat awam yang minum air kelapa dengan tujuan lain.

Ada yang menyebutkan jikalau air kelapa bisa menurunkan berat, memperbaiki fungsi ginjal, hingga mengobati alergi. Benarkah?

Air kelapa, khususnya air kelapa muda, sudah sejak lama dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Letaknya yang terlindung oleh tempurung keras dan sabut kelapa yang tebal, membuat air kelapa menjadi minuman steril. Bebas dari segala bentuk kontaminasi.

Menurut Prof. DR. Made Astawan, MS, secara umum, air kelapa mengandung 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. Jenis gula yang terkandung yaitu glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Beberapa jenis kelapa ada yang memiliki kadar gula sebesar 3 persen pada air kelapa tua, dan 5,1 persen pada air kelapa muda. "Itulah yang mengakibatkan air kelapa muda terasa lebih elok dibandingkan dengan air kelapa tua," ujar Made.

TINGGI KALIUM

Tinggi Kalium

Dalam air kelapa juga terdapat asam amino dan vitamin. Air kelapa muda juga mengandung komponen fitokimia berupa tanin. Tanin bersifat antibakteri yang akan menghambat pertumbuhan bakteri.

Mineral terbanyak yaitu kalium dengan kandungan 730 mg per 100 gram air kelapa muda, yang cukup banyak magnesium, dan klorida, sedangka natrium jumlahnya sangat sedikit. Komposisi minuman dengan rasio kalium (potasium) terhadap natrium yang tinggi sangat menguntungkan bagi kesehatan.

Komposisi zat gizinya mendekati cairan isotonik, yang sesuai dengan cairan tubuh. Minuman isotonik dibutuhkan bisa menggantikan mineral tubuh yang hilang melalui keringat selama jadwal olahraga atau jadwal lainnya.

"Hanya saja, orang yang aktif berolahraga perlu berhati-hati soal penggunaan air kelapa sebagai minuman elektrolit," imbuh Emilia Achmadi, MSc, health coach dari Sehati.

Mereka harus mengetahui jenis olah raga yang dilakukan dan lamanya. Bila olah raga terbilang berat, katakanlah aerobik selama 3 jam tanpa henti, tubuh akan kehilangan banyak sodium. Konsumsi air kelapa tidak bisa mengimbangi kebutuhan tubuh terhadap sodium. Tak lain karena yaitu sodium dalam air kelapa hanya sedikit. Kalau ini yang terjadi, tubuh bisa kekurangan sodium. Akibatnya, otot tidak bisa berkontraksi dengan baik. Detak jantung dan fungsi organ tubuh akan terganggu. Risiko terburuknya? Anda bisa pingsan.

Namun, jikalau olah raga yang dilakukan tidak tergolong berat, seolah-olah jalan cepat selama 1 jam atau beryoga misalnya, minum air kelapa tidak masalah. Syaratnya, tetap konsumsi air-mineral biasa.

Hal-hal seolah-olah inilah yang harus diluruskan dan diperhatikan oleh orang awam supaya tak keliru memahaminya.

Seperti sejumlah hal keliru lainnya wacana air kelapa yang diluruskan oleh Emilia.

1. Membantu menurunkan berat badan
Hal ini menurut Emilia sering disalahmengertikan oleh kebanyakan orang. Minum air kelapa secara berlebihan bahwasanya bisa mengakibatkan diare. Memang kelihatannya-setelah itu berat tubuh berkurang. Namun, ini bukan cara tepat dan sehat untuk bisa mendapat berat tubuh ideal. Sebaliknya, air kelapa bisa dijadikan stimulan bagi mereka yang susah buang air besar karena yaitu bisa membantu melancarkan saluran cerna.

2. Lebih bernutrisi ketimbang susu full cream
Anggapan ini tidak benar. Dibandingkan dengan air kelapa, susu (baik yang full cream maupun tidak) kaya akan protein, lemak, karbohidrat, dan gula. Selain itu, susu juga mengandung banyak sekali macam vitamin dan mineral seolah-olah vitamin B kompleks, vitamin D, kalsium, potasium, sodium, serta magnesium. Sementara air kelapa hanya mengandung beberapa mineral saja.

3 Membantu sistem kekebalan tubuh
Tidak ada literatur ilmiah yang menerangkan bahwa air kelapa membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih baik dan juga membantu tubuh melawan beberapa virus penyebab penyakit. Sistem imunitas dalam tubuh, dijelaskan oleh Emilia, yaitu sister yang sangat kompleks. Satu-satunya cara untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh yaitu zat gizi yang diperoleh dari bermacam-macam makanan. "Dan air kelapa tidak mengatakan itu," tambah Emilia. Yang bisa memberi bantuan nutrisi lengkap yaitu melalui asupan masakan dengan gizi seimbang.

4. Membantu mencegah terjadinya watu ginjal
Hal pertama yang bisa dilakukan guna mencegah terjadinya pembentukan watu ginjal yaitu cukup konsumsi air atau cairan. Cairan bisa diperoleh dari air kelapa, air mineral, dan lainnya. Ada benarnya bahwa air, baik. air kelapa maupun air mineral, bisa mencegah terjadinya pembentukan watu ginjal. Hanya saja, air kelapa tidak bisa menyembuhkan watu ginjal.

5 Memulihkan rasa pusing jawaban mabuk
Mabuk karena yaitu mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan harus segera dinetralkan. Caranya dengan minum air, baik air mineral maupun air kelapa. Sebenarnya, untuk meredakan rasa pusing jawaban mabuk, sebaiknya minum air yang mengandung gula. Tujuannya supaya gula bisa cepat masuk ke dalam pusat susunan saraf dan mengambil alih keterikatan tubuh pada alkohol. Dengan begitu, dampak negatif dari mabuk bisa dinetralkan.

7 Alasan Perlu Minum Air Kelapa

1. Air kelapa ternyata lebih bernutrisi ketimbang susu penuh (whole milk) karena yaitu tidak mengandung kolesterol dan rendah lemak.

2. Air kelapa bisa memperbaiki sirkulasi darah dan dikenal bisa membersihkan saluran pencernaan.

3. Air kelapa tidak hanya akan membuat sistem kekebalan tubuh Anda lebih baik, tetapi juga membantu tubuh melawan beberapa jenis virus penyebab penyakit.

4. Jika Anda mengidap penyakit watu ginjal, biasakanlah meminum air kelapa secara rutin. Kebiasaan meminum air kelapa akan mambantu memecah watu ginjal dan memudahkan mereka keluar dari tubuh.

5. Air kelapa juga dikenal sejak dahulu bisa menyembuhkan gangguan saluran kencing. Segelas air kelapa akan meredakan rasa sakit jawaban susah kencing.

6. Jika Anda masih merasa pusing karena yaitu mabuk, tak ada yang bisa memulihkannya dengan cepat selain mengonsumsi air kelapa.

7. Air kelapa yang rasanya lembut sangat kaya akan elektrolit dan potassium . Potassium bisa membantu tubuh mengatur tekanan darah dan fungsi organ jantung.
  1. Cara Diet Sehat
  2. Cara Mengecilkan Perut Buncit Secara Alami
  3. Diet Mayo Cara Diet Cepat
  4. E-Cigarette, Rokok Elektrik Yang Berbahaya Bagi Kesehatan
  5. Efek Jelek Soft Drink Untuk Kesehatan

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Senin, 07 Januari 2013

Makanan Olahan Kenapa Berbahaya?

Salah satu iklan,
Setelah memperlihatkan bergizi lalu ada kalimatnya " yang penting enak"

Menurut anda bagaimana?
Apakah benar bergizi, apakah benar enak dan bermanfaat?
Apakah kandungan yang dapat diserap tubuh sesuai dengan yang tertera dan tidak membuat problem dengan tubuh anda?

Sering saya katakan, dengarkanlah keluhan tubuh anda lalu turuti untuk tidak menggunakan produk itu, tetapi bagi yangg tidak dapat mendengarkan atau belum belajar mendengarkan?

Mari kita tinjau secara umum:

Begini:

Natrium nitrit biasanya ditambahkan ke produk olahan seperti: hot dog, dan daging cincang untuk menghambat pertumbuhan kuman supya produk tdk cepat kedaluwarsa n menajdi lembek. Hasilnya muncul rasa khas dan warna pink dari daging diproses menggunakan materi ini.Dlm penilitian,ditemukan bahwa, nitrit dapat berggabung dgn komponen protein, yang disebut amina, yang lalu membentuk nitrosamine, yang menyebabkan kanker pada hewan laboratorium.

Meskipun tidak pernah terbukti menyebabkan kanker pada manusia, penggunaan daging olahan lainnya telah lama dikaitkan dengan cancer perut dan kanker lainnya.

Dlm hal ini kecurigaan bahwa nitrosamine berkontribusi untuk kanker dan problem kesehatan lain pada orang yang makan banyak daging olahan, juga diet, gaya hidup, atau faktor genetik mungkin juga terlibat. Hal lain yang juga berkontribusi yaitu kemungkinan ttg masakan yang dapat bertanggung jawab yaitu antara lain tinggi kandungan garam. yang dapat membuat selaput perut rentan terhadap karsinogen.

Kabar baiknya, pemerintah AS membatasi jumlah nitrit yang diperbolehkan dalam daging olahan untuk menjaga nitrosamine seminimal mungkin.

 Dan berkat teknik pengawetan masakan yang diperbaiki, daging olahan dipasar US hanya berisi seperlima dari apa yang mereka lakukan pada 1970-an.

Produsen juga menambahkan asam askorbat (vitamin C) atau erythorbate natrium (yang berkaitan dengan vitamin C), yang mengeliminasi dan mengurangi kecepatan konversi nitrit menjadi nitrosamine yang berbahaya tersebut

Kaprikornus bagaimana dengan produk-produk daging olahan Indonesia? Apakah memenuhi persyaratan menyerupai yang ada di US? Saya tidak tau.

Oleh karena yaitu itu sangat dianjurkan untuk:

1. Makanlah daging segar, jikalau ingin sekali-kali boleh menggunakan produk-produk olahan menyerupai sosis ham dan lain sebagainya dan tidak menjadikanya sebagai masakan sehari-hari

2. Produk-produk olahan yang di asapi pun mengalami hal yang hampir sama karena yaitu sebelum diasapi sdh diolah dengan bahan-bahan yang membuatnya menarik yang kaitannya dalam proses justru bereaksi dengan asap dan malah menyebabkan potensi carcinogenic yang lain lagi.

3. Produk-produk menyerupai buah-buahan segar yang mengandung banyak vit C akan sangat membantu tubuh mengurangi pembentukan nitrosamine.

4. Beberapa produk pengganti yang alami dapat digunakan menyerupai penggunaan bit, seledri, garam, madu, gula merah dan penjemuran menyerupai produk-produk lokal dendeng, dan lain sebagainya yang dibuat secara tradisional, meskipun barangkali rasanya berbeda dan tidak semudah penggunaan ("tinggal hap") menyerupai yang diiklankan tetapi justru lebih sehat dan bermanfaat.

5. Ingatlah juga bahwa sosis masakan olahan dapat dikatakan materi utamanya yaitu tahu dan bukan daging, jadi berarti disamping natrium nitrit, juga masih ada kedele yang cukup berbahaya untuk kelangsuingan generasi dan kehidupan hormonal tubuh yang baik.

  1. 6 Makanan Untuk Meredakan Stres
  2. 7 Ancaman Cemas Yang Berlebihan Bagi Kesehatan
  3. 7 Cara Terhindar Dari Kanker
  4. 7 Gangguan Pencernaan Alasannya Ialah Stres
  5. Bad Mood Atasi Dengan Makanan Ini
  6. Bahaya Minuman Bersoda Bagi Tubuh
  7. Bahaya Tidur Berlebihan

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Terlalu Kurus Perlambat Kesuburan


Wanita yang memiliki badan terlalu kurus memiliki risiko mengalami gangguan reproduksi lebih buruk dibanding mereka yang obesitas. Wanita dengan berat badan berlebih memiliki risiko sulit hamil. Namun ternyata gann, risiko lebih tinggi menyergap wanita dengan bobot di bawah ideal lho...

Richard Sherbahn, seorang mahir kesuburan, yang melakukan penelitian, menyampaikan bahwa selama ini sosialisasi risiko gangguan kesehatan terlampau fokus pada pemilik badan obesitas. Sementara risiko kesehatan yang mungkin menyerang pemilik badan superlangsing kerap terabaikan.

Sudah cukup banyak yang menyadari ancaman obesitas. Tapi, masih sangat sedikit yang melihat risiko lebih berbahaya di balik badan yang terlampu kurus. Kondisi ini mungkin tamat imbas media yang kerap mencitrakan wanita superkurus sebagai sosok ideal dan cantik.

Dr Sherbahn dari Klinik Kesuburun di Chicago, melakukan analisis terhadap sekitar 2.500 pasien yang menjalani aktivitas In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung, selama periode delapan tahun. Peneliti memilah pasien berdasar tiga kategori: sangat kurus, normal, dan obesitas. Kelompok sangat kurus dibatasi pasien yang memiliki indeks massa badan (BMI) 14-18.

Sekitar 50 persen kelompok pasien dengan bobot normal berhasil memiliki anak. Kelompok pasien obesitas, 45 persen yang berhasil. Sementara kelompok pasien sangat kurus, hanya 34 persen yang berhasil hamil.

Dr Sherbahn menyampaikan bahwa wanita dengan bobot di bawah normal memiliki kesempatan yang rendah untuk hamil. Mulanya dipikir tamat penurunan hormon estrogen yang umumnya menimpa wanita dengan bobot rendah.

Namun, argumen tersebut dipatahkan alasannya yakni yaitu yaitu pasien yang menjalani IVT mendapatkan suntikan hormon sehingga tak mungkin kekurangan estrogen. Terbukti, para wanita dari tiga kelompok yang dianalisis memproduksi jumlah sel telur yang sama.

Analisis pun berlanjut yang memunculkan argumen gres bahwa dinding rahim wanita yang memiliki berat badan kurang terlalu tipis tamat kurang gizi. Kondisi inilah yang kemungkinan membuat embrio lebih sulit melekat.

Charles Kingsland, konsultan ginekolog di Rumah Sakit Bersalin Liverpool sekaligus anggota British Fertility Society, mengatakan, "Untuk beberapa orang, hamil ialah sangat mudah, tetapi untuk yang lain tampak begitu sulit. Karenanya, penting memerhatikan berat badan Anda."

ACHMAD AMRULLAH, SKM.
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HALUOLEO
Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Minggu, 06 Januari 2013

Pencemaran Masakan Secara Biologi


Makanan yang disukai manusia pada umumnya disukai oleh mikroorganisme, mirip virus, basil dan jamur yang menyerang materi kuliner yang mentah mirip pada sayuran, buah-buahan, susu, daging, dan banyak kuliner yang sudah dimasak mirip nasi. Roti, kuliner ringan bagus dan lauk pauk.

Makanan yang telah dihinggapi mikroorganisme itu mengalami penguraian sehingga sanggup mengurangi nilai gizi dan kelezatannya bahkan makan yang telah mengalami penguraian sanggup menyebabkan sakit bahkan kematian. Bakteri yang tumbuh di dalam kuliner mengubah kuliner tersebut menjadi zat organik yang berkurang energinya. Populasi mikroba pada banyak sekali jenis materi pangan umumnya sangat spesifik, tergantung dari jenis materi pangannya, kondisi lingkungan dan cara penyimpanannya dalam batas-batas tertentu kandungan mikroba pada materi pangan yaitu kuat terhadap ketahanan materi pangan tersebut. Faktor-faktor yang mensugesti pertumbuhan mikroba dalam pangan sanggup bersifat fisik, kimia atau biologis yang meliputi:

1. Faktor intrinsik, merupakan sifatfisik, kimia dan struktur yang dimiliki oleh materi pangan tersebut, mirip kandungan nutrisi, pH, senyawa mikroba.
2. Faktor ekstrinsik, yaitu kondisi lingkungan pada penganan dan penyimpanan materi pangan mirip suhu, kelembaban, susunan gas di atmosfer.
3. Faktor implisit, merupakan sifat-sifat yang dimiliki oleh mikroba itu sendiri.
4. Faktor pengolahan, karena yaitu perubahan mikroba awal sebagai tamat pengolhan materi pangan, misalnya pemansan, pendingan, radiasi dan penambahan materi pengawet.

Beberapa jenis atau spesies dari basil saproba dan basil patogen sanggup serta tumbuh dan berkembang biakdengan baik jikalau kuliner yang dihinggapi itu mempunyai pH, kelembaban dan temperatur yang menguntungkan bagi kehidupan mereka, toksin yang dihasilkan ada dua
1. Enterotoksin, yaitu toksin yang mengganggu alat-alat pencernaan,
2. Neurotoksin yaitu toksin yang mengganggu urat syaraf kita. Diantara racun-racun tersebut racun yang dihasilkan oleh Clostridium Botulinum, mirip kuliner dalam kaleng, spora-spora dari basil tidak mati dalam proses pasteurisasi.

Dalam keadaan tertutup (anaerob) dari suhu yang menguntungkan, maka spora-spora tersebut sanggup tumbuh menjadi basil serta menghasilkan toksin, racun yang dihasilkan itu tidak mengganggu alat pencernaan melainkan mengganggu urat saraf tepi, mirip racun Botulinum type A, B., C, D, dan E. Diduga Clostridium Welchii dan Perfringens juga menghasilkan Botulinum.

Dibeberapa daerah Jawa Tengah pernah terjadi keracunan setelah mengkonsumsi tempe Bongkrek (dari ampas kelapa), racun yang terdapat yaitu asam Bongkrek yang dihasilkah Pseudomonas Cocovenenans. Kemudian di Jawa Barat keracunan Oncom yang terbuat dari kacang tanah atau ampas tahu, sedang raginya berupa jamur Monilia Sitophiladari spesies jamur tak sempurna, keracunan terjadi dari jenis jamur Neurospora Sitophila.

Makanan yang ditumbuhi Aspergillus Flavus sanggup mengandung racun Aflatoksinyang berbahaya sekali jikalau sampai termakan, keracunan juga sanggup diakibatkan karena yaitu memakan udang terutama pada kondisi orang tertentu. Perlakuan panas yang tidak cukup pada pengalengan daging seringkali menyebabkan spora basil pembusuk jenis Clostridia anaerob mengalami germinasi. Pencemaran oleh Clostridium Aerofoeticum dan C. Welchii akan menyebabkan wangi busuk. Bakteri fakultatif anaerob mirip Pseudomonas putrafaciens, Flavobakterium Elastolyticum atau Protues Vulganbis sanggup menyebabkan dekomposisi protein yang akan menghasilkan adonan banyak sekali metabolit berbau busuk ini berasal dari pencemaran bahan-bahan organik yang mengandung senyawa nitrogen yang bobot molekulnya rendah mirip asma amino dan protein.
  1. Manfaat Buah Pisang Untuk Kesehatan
  2. Manfaat Buah Semangka Untuk Kesehatan
  3. Manfaat Jeruk Nipis Untuk Kesehatan
  4. Manfaat Serat Untuk Kesehatan
  5. Manfaat Strawberry Untuk Kesehatan
  6. Manfaat Susu Kedelai Bagi Kesehatan
  7. Manfaat Teh Hitam Untuk Kesehatan

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/

Pencemaran Kuliner Secara Kimia


Berbagai fenomena yang berhubungan dengan keracunan masakan banyak kita jumpai, masalah yang cukup terkenal mengenai keracunan masakan oleh materi kimia ialah kejadian Minamata Diseases. Penyakit ini pertama kali ditemukan pada orang yang bertempat tinggal di sekitar teluk Minamata Jepang tahun 1953, penyakit ini disebabkan oleh senyawa Air Raksa (Hg) yang biasanya dihasilkan oleh materi kimia yang dipakai dalam fungisida dan industri plastik dan limbahnya dibuang di sekitar teluk, masyarakat yang mengkonsumsi ikan dan kerang yang ada di pinggir teluk tersebut terpapar dalam jangka waktu lama, yang pada akhirnya menjadikan
penyakit.

Di Indonesia masalah biskuit beracun yang terjadi tahun 1992 penambahan kandungan Sodium Nitrat yang berlebihan dalam biskuit. Nityrit yang menjadikan keracunan pada belum remaja dan orang dewasa, dalam bantuk kalium atau natrium biasanya dipakai sebagai materi pengawet makanan. Misalnya dipakai untuk mengawetkan daging dengan mencegah pertumbuhan kuman yang sanggup hidup tanpa oksigen (anaerob). Nitrit mengubah lingkungan kuman sehingga pertumbuhan kuman tidak memungkinkan. Pengolahan masakan ringan elok juga sanggup memakai materi pengawet ini, tapi ada batas tertentu yang sanggup ditoleransi oleh tubuh atau Nilai Ambang Batas. Jika melebihi NAB makan akan menjadikan pengaruh keracunan bagi orang yang mengkonsumsinya.

Jika seseorang memakan masakan yang mengandung benda asing baik organik maupun anorganik yang bersifat racun, sehingga mengubah sifat asli masakan tersebut dan menjadikan penyakit atau gangguan kesehatan bagi yang memakannya, hal ini disebut Food Poisoning (keracunan makanan). Ada beberapa hal yang menjadi penyebab timbulnya masalah keracunan makan masakan ditinjau dari sudut kimia:

A. MAKANAN TERKONTAMINASI OLEH BAHAN-BAHAN KIMIA

Kontaminasi karena materi kimia sering terjadi karena kelalaian atau kecelakaan, seakan-akan meleltakkan pestisida dengan materi makanan, kelalaian dalam pencucian sayuran atau buah-buahan sehingga sayur atau buah-buahan tersebut masih mengandung sisa pestisida dan kelalaian memasukkan materi kimia yang seyogyanya dipakai untuk kemasan dimasukkan ke dalam makanan. Bahan kimia yang terdapat dalam materi masakan dengan kadar yang berlebih akan bersifat toksik bagi manusia. Beberapa zat yang sering menjadikan keracunan insan adalah:

1. Zinc, terdapat pada perlatan dapur akan mengalami reduksi bila kontak dengan materi makan yang bersifat asam.
2. Insektisida, keracunan ini terjadi karena mengkonsumsi masakan yang masih mengandung residu pestisida, seakan-akan pada syran dan buah-buahan.
3. Cadmium, keracunan ini sanggup terjadi karena Cd yang terdapat pada peralatan dapur dengan kontak dengan masakan yang bersifat asam.
4. Antimonium, berasal dari perlatan dapur yang dilapisi dengan email kelabu murahan.

B. PENGGUNAAN ZAT ADIKTIF

Zat aditif materi masakan biasanya dipakai secara sengaja, zat tambahan tadi sanggup menjadikan masakan lebih sedap, tampak lebih menarik, busuk dan rasa lebih sedap, dan masakan lebih tahan lama (awet), tetapi karena masakan tersebut sanggup berbahaya bagi insan maka disebut zat pencemar.

WHO mensyaratkan zat tambahan itu seharusnya memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Aman digunakan
2. Jumlahnya sekedar memnuhi kriteri dampak yang diharapkan
3. Sangkil secara teknologi
4. Tidak boleh dipakai untuk menipu pemakai dan jumlah yang dipakai haruslah minimal.

Pemakaian zat tambahan yang aman dipakai merupakan pertimbangan yang penting, walaupun tidak mungkin untuk mendapat bukti secara mutlak bahwa suatu zat tambahan yang dipakai secara khusus tidak toksik bagi semua insan dalam semua kondisi, paling tidak pengujian secara sifat-sifat fisiologis, farmakologis, dan biokemis pada binatang percobaan yang dusulkan sanggup dipakai sebagai dasar yang beralasan bagi penilaian pemakian suatu zat tambahan pada materi makanan.

Akan tetapi permasalahan yang sering muncul ialah pihak produsen masakan lebih memperetimbangkan segi untungnya dari dampak timbul bagi kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi masakan yang dihasilkannya. Karena pertimbangan ini sering terjadi pemalsuan dalam perdagangan makanan, jikalau pemalsuan sebatas merk dagang yaitu dengan menggandakan nama produk yang digemari masyarakat tidak akan memberikan problem yang besar bagi kesehatan masyarakat, tetapi bila pemalsuan tersebut bertujuan semoga produk yang mestinya dibuang baik karena kesalahan produksi, maupun telah melebihi masa kadaluarsa, bila dipasarkan kembali akan sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Ada beberapa cara pemalsuan yang sering terjadi dan ini dilakukan oleh penjual atau produsen:
1. Menghilangkan bau, seakan-akan penambahan cuka pada ikan yang telah membusuk
2. Memberikan kesegaran palsu, misalnya dengan menambahkan zat warna pada daging
3. Menambahkan zat putih pada tepung.
4. Menambahkan tanggal kadaluarsa suatu produk
5. Menyalurkan kembali masakan yang telah kadaluarsa melalui paket-paket hadiah atau parcel.

Selain penyalahgunaan zat aditif tersebut sanggup toksik pada seseorang yang mengkonsumsi masakan dengan kandungan zat tambahan yang melebihi kadarnya dalam waktu relatif lama. Sifat toksik tersebut yang muncul sehabis terpapar dalam rentang waktu relatif lama, seakan-akan penggunaan sakarin dan siklamat (pemanis
buatan) akan meracuni hati, penggunaan Monosodium Glutamat (penyedap rasa) akan merusak jaringan otak dan banyak ancaman zat tambahan lain yang sanggup membahayakan kesehatan manusia.

C. PENGGUNAAN BAHAN MAKANAN SECARA ALAMIAH MENGANDUNG RACUN

Keracunan masakan sanggup terjadi simpulan racun secara alamiah terdapat dalam masakan itu sendiri, keracunan seakan-akan itu terjadi karena kelalaian atau ketidaktahuan masyarakat yang mengkonsumsinya, misalnya keracunan singkong karena adanya asam sianida (HCN) yang pada dosis tertentu sanggup menjadikan kematian. Singkong yang dikonsumsi tidak dicuci dengan benar atau tidak sempurna pengolahannya. Demikian juga dengan keracunan jengkol karena adanya kristal asam jenkolat yang sanggup menyumbat susukan air seni apabila kandungan jengkolat yang terakumulasi dalam tubuh.

  1. Manfaat Buah Dan Kulit Manggis Untuk Kesehatan Wanita - Baru !
  2. Menjaga Kesehatan Untuk Perempuan Ketika Haid - Baru !
  3. Tips Kesehatan Reproduksi Untuk Kesehatan Wanita - Baru !

Sumber https://onkicabaru.blogspot.com/
Sumber https://musicaltheatrememoirs.blogspot.com/